Sabtu, 28 Januari 2012

system pencernaan makanan pada manusia dan ruminansia


Apakah ada yang merasa bahwa isi blog ini agak kurang berbobot?? *nunjuk tangan. Baiklah kalau memang benar demikian, kali ini saya akan mengisi blog ini dengan postingan pertama saya yang mengenai pelajaran kekeke… :p
Ini adalah tugas biologi saya tentang system pencernaan makanan pada manusia dengan ruminansia.
Pengangkutan makanan tercerna dalam tubuh
bagian vilus
keterangan
sel epitellium
Sari-sari makanan seperti : karbohidrat, protein, vitamin, lemak
kapiler darah
glukosa, asam amino, vitamin, mineral dan air
pembuluh getah bening
asam lemak dan gliserol

Perbedaan pencernaan manusia dengan ruminansia
1.   SALURAN PENCERNAAN PADA RUMINANSIA:
-  Mulut
- Esofagus
- Lambung: Rumen, Retikulum, Omasum, Abomasum 
- Usus halus
- Usus Besar (Kolon)
-  Rektum

     SEDANGKAN SALURAN PENCERNAAN PADA MANUSIA ADALAH :
-    Mulut
-    Kerongkongan (esophagus)
-    Lambung (Ventrikulus)
-    Hati dan Kandungan empedu
-    Pankreas
-    Usus Halus (Intenstinum Tenue)
-    Usus Besar (Kolon)
-    rektum
-    Anus
2.    Gigi seri (Insisivus) memiliki bentuk untuk menjepit makanan berupa tetumbuhan seperti rumput.
Geraham belakang (Molar) memiliki bentuk datar dan lebar.
susunan gigi ruminansia sebagai berikut:
3
3
-
-
-
-
-
-
Rahang atas
M
P
C
I
I
C
P
M
Jenis gigi
3
3
-
4
4
-
3
3
Rahang bawah
I = insisivus = gigi seri
C = kaninus = gigi taring
P = premolar = geraham depan
M = molar = geraham belakang
Sedangkan susunan gigi manusia adalah
3
2
1
2
2
1
2
3
Rahang atas
M
P
C
I
I
C
P
M
Jenis gigi
3
2
1
2
2
1
2
3
Rahang bawah
I = insisivus = gigi seri
C = kaninus = gigi taring
P = premolar = geraham depan
M = molar = geraham belakang
3.    Pada ruminansia, Rahang dapat bergerak menyamping untuk menggiling makanan.
4.    Struktur lambung ruminansia memiliki empat ruangan, yaitu: Rumen, Retikulum, Omasum dan Abomasum.Sedangkan manusia hanya memiliki satu lambung.
5.    Ukuran panjang ususnya, dibandingkan dengan manusia usus ruminansia jauh lebih panjang
6.    Pada usus ruminansia, hidup koloni bakteri yang merupakan simbiosis mutualisme dengan ruminansia. Bakteri ini membantu membusukkan atau menghancurkan dinding sel tumbuhan yang tersusun atas selulosa. Disamping itu, bakteri itu juga mampu membentuk gas metana. Prosesnya berlangsung dalam keadaan anaerob

PENCERNAAN PADA RUMINANSIA
PENCERNAAN FERMENTATIF MIKROBA (RUMEN, RETIKULUM, OMASUM)
PENCERNAAN ENZIMATIS  ABOMASUM
  1.  RUMEN
Rumen merupakan bagian saluran pencernaan vital pada ternak ruminansia. Pada rumen terjadi pencernaan secara fermentatif dan pencernaan secara hidrolitik. Pencernaan fermentatif membutuhkan bantuan mikroba dalam mencerna pakan terutama pakan dengan kandungan selulase dan hemiselulase yang tinggi. Sedangkan pencernaan hidrokitik membutuhkan bantuan enzim dalam mencerna makanan.
Rumen pada sapi dewasa merupakan bagian yang mempunyai proporsi yang tinggi dibandingkan dengan proporsi bagian lainnya. Rumen terletak di rongga abdominal bagian kiri. Rumen sering disebut juga dengan perut beludru. Hal tersebut dikarenakan pada permukaan rumen terdapat papilla dan papillae. Sedangkan substrat pakan yang dimakan akan mengendap dibagian ventral. Pada retikulum dan rumen terjadi pencernaan secara fermentatif, karena pada bagian tersebut terdapat bermilyaran mikroba.
LETAK : sebelah kiri rongga perut
ANATOMI :
-          Permukaan dilapisi papila (papila lidah) memperluas  permukaan untuk absorbsi
-          Terdiri 4 kantong (saccus)
-           Terbagi menjadi 4 zona
FUNGSI :
-          Tempat fermentasi oleh mikroba rumen
-          Absorbsi : VFA, amonia
-          Lokasi mixingMenyimpan bahan makanan fermentasi
  1. RETIKULUM
Retikulum sering disebut sebagai perut jalang atau hardware stomach. Fungsi retikulum adalah sebagai penahan partikel pakan pada saat regurgitasi rumen. Retikulum berbatasan langsung dengan rumen, akan tetapi diantara keduanya tidak ada dinding penyekat. Pembatas diantara retikulum dan rumen yaitu hanya berupa lipatan, sehingga partikel pakan menjadi tercampur.
ANATOMI :
-     Secara fisik tidak terpisahkan dari rumen
-    Terdapat  lipatan-lipatan esofagus  yang meru-pakan lipatan jaringan yg langsung dr esofagus ke omasum
-     Permukaan dalam : papila sarang laba-laba (honey comb) perut  
      jala
FUNGSI:
    - tempat fermentasi
    - membantu proses ruminasi
    - mengatur arus ingesta ke omasum
    - Absorpsi hasil fermentasi
    - tempat berkumpulnya benda-benda asing
  1. OMASUM
Omasum sering juga disebut dengan perut buku, karena permukaannya berbuku-buku. Ph omasum berkisar antara 5,2 sampai 6,5. Antara omasum dan abomasums terdapat lubang yang disebut omaso abomasal orifice.
-    Letak : sebelah kanan(retikulum) grs median  (disebelah rusuk 7-11)
-    Bentuk : ellips
-    Permukaan dalam berbentuk laminae perut buku (pada lamina terdapat papila untuk absorpsi)
-    Fungsi: grinder, filtering, fermentasi, absorpsi)
4.   ABOMASUM
Abomasum sering juga disebut dengan perut sejati. Fungsi omaso abomasal orifice adalah untuk mencegah digesta yang ada di abomasum kembali ke omasum. Ph pada abomasum asam yaitu berkisar antara 2 sampai 4,1. Abomasum terletak dibagian kanan bawah dan jika kondisi tiba-tiba menjadi sangat asam, maka abomasum dapat berpindah kesebelah kiri. Permukaan abomasum dilapisi oleh mukosa dan mukosa ini berfungsi untuk melindungi dinding sel tercerna oleh enzim yang dihasilkan oleh abomasum. Sel-sel mukosa menghasilkan pepsinogen dan sel parietal menghasilkan HCl. Pepsinogen bereaksi dengan HCl membentuk pepsin. Pada saat terbentuk pepsin reaksi terus berjalan secara otokatalitik.
LETAK : dasar perut (kanan bawah)
BENTUK :
- Memanjang
- Bagian dalam terdapat tonjolan : fold absorpsi
Terdiri 3 bagian:
    - kardia  : sekresi mukus
    - Fundika: pepsinogen, renin, HCl, mukus   
    - Pilorika : sekresi mukus
FUNGSI:
-  tempat permulaan pencernaan enzimatis (perut sejati) Pencernaan protein
- mengatur arus digesta dari abomasum ke duodenum

Kelainan Dan Gangguan Pada Sistem Pencernaan

1. Gastritis, adalah suatu radang yang akut atau kronis pada lapisan mukosa dinding lambung. Radang yang akut dapat disebabkan oleh makanan yang kotor, dan radang yang kronis disebabkan oleh kelebihan asam dalam lambung.
2. Radang hati yang menular (Hepatitis), merupakan infeksi virus pada hati, sering meluas melalui air atau makanan yang terkontaminasi oleh virus.
3. Diare, dapat ditimbulkan karena adanya iritasi pada selaput dinding kolon oleh bakteri disentri, diet yang jelek, zat-zat beracun, rasa gelisah, atau makanan yang dapat menimbulkan iritasi pada dinding usus.
4. Sembelit yang kronis bila defekasi terlambat, usus besar mengabsorpsi air secara berlebihan dari feses dan menyebabkan feses menjadi kering dan keras. Bila hal ini terjadi, pengeluaran feses menjadi sulit. Menahan buang air besar pada waktu-waktu yang normal dapat menyebabkan sembelit. Semebleit dapat juga disebabkan emosi seperti rasa gelisah, cemas, takut atau stress.
5. Kanker lambung, yaitu gejala-gejala permulaan dari kanker lambung hampir sama dengan gejala-gejala yang disebabkan gangguan lain pada alat pencernaan, antara lain merasa panas, kehilangan nafsu makan, ketidaksanggupan mencerna (salah cerna) berlangsung terus menerus, sedikit rasa muak, rasa gembung dan rasa gelisah sesudah makan, dan kadang-kadang timbul rasa nyeri pada lambung.
6. Radang usus buntu, bila usus buntu (umbai cacing) meradang, membengkak dan terisi oleh nanah. Kondisi ini disebut radang usus buntu atau apendistis.
7. Hemaroid, adalah pembengkakkan vena didaerah anus. Hemaroid cenderung berkembang pada orang-orang yang terlalu lama duduk terus menerus atau pada orang yang menderita sembelit. Hemaroid juga sering terjadi pada wanita hamil dan orang-orang yang terlalu gemuk. Gejala-gejala hemaroid meliputi rasa gatal-gatal, nyeri dan pendarahan.
8. Keracunan makanan, umumnya disebabkan oleh bakteri yang terdapat dalam makanan. Bakteri dalam makanan dapat membahayakan atau menghasilkan racun yang membahayakan tubuh. Geajala-gejala keracunan makanan meliputi muntah-muntah, diare, nyeri (sakit) rongga dada dan perut serta demam.
9. Pankreasitis
Merupakan peradangan dan ini dapat terjadi baik dalam bentuk pankreasitis akut (berlangsung cepat dan parah) maupun pankreasitis kronis (berlangsung lama). Penyebab umum dari pankreasitis adalah alkohol dan terhambatnya tonjolan vateri ( akhir saluran pengeluaran pankreas ) oleh batu empedu.
10. Flatus
Masuknya gas – gas dalam saluran pencernaan. Gas – gas tersebut berupa udara yang tertelan, gas yang dihasilkan bakteri atau gas dari difusi darah yang masuk ke saluran pencernaan. Gas nitrogen dan oksigen lebih banyak berada dalam lambung dan dapat dikeluarkan dengan bersendawa, sedngkan gas-gas lain, yaitu CO2, metana dan hydrogen lebih banyak berada dalam usus besar yang dihasilkan oleh bakteri.
11. Tukak Lambung (Ulkus)
Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.

12. Caries gigi (gigi berlubang)

             Disebabkan oleh infeksi beberapa jenis bakteri patogen yang ada pada rongga mulut. Timbulnya gigi berlubang disebabkan oleh pemecahan karbohidrat menjadi asam laktat yang dilakukan oleh bakteri. Asam ini dapat melarutkan email dan dentin gigi sehingga menimbulkan lubang yang dapat mencapai akar gigi.

13. Parotitis
             Yaitu infeksi pada kelenjar parotis yang dikenal dengan penyakit gondongan. Hal ini diakibatkan oleh sejenis virus yang ditularkan melalui percikan ludah. Penyakit ini biasanya sering terjadi pada anak-anak usia 5 - 15 tahun.

14.  Xerostomia
             Kelainan akibat kurangnya produksi air ludah (saliva) yang sangat sedikit, sehingga mengakibatkan proses pencernaan di dalam mulut terganggu.

15.  Ambaein (hemoroid)

Yaitu kelainan klinis akibat pelebaran pembuluh vena pada bagian anus. Biasanya terjadi pada orang-orang yang cenderung terlalu lama duduk terus menerus, atau pada orang yang sering menderita sembelit.
16.  Maag
      Orang yang mengalami maag memiliki ciri-ciri rasa perih pada dinding lambung, mual, muntah, dan perut kembung. Gangguan ini disebabkan meningkatnya kadar asam lambung yang dipicu karena pikiran tegang, pola makan yang tak teratur, dan lain sebagainya.
17.  Keracunan
      Keracunan makanan dapat terjadi karena pengaruh beberapa bakteri semisal bakteri Salmonela yang menyebabkan penyakit demam tipus dan paratipus.
18.  Malnutrisi (kurang gizi)
      Yakni penyakit yang disebabkan oleh terganggunya pembentukan enzim pencernaan. Gangguan tersebut disebabkan oleh sel-sel pancreas atropi yang kehilangan banyak reticulum endoplasma. Sebagai contoh adalah kwashiorkor, yakni penyakit akibat kekurangan protein yang parah dan pada umumnya menyerang anak-anak.
19. apendiks
gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).
Gangguan sistem pencernaan ini dapat terjadi karena :
  1. Melakukan diet dengan ekstrim, yaitu dengan mengonsumsi pil pelarut lemak serta mengurangi porsi dan jadwal makan.
  2. Minuman keras yang dapat memicu pengeluaran getah lambung.
  3. Bulimia, yaitu makan besar – besaran atau sebanyak – banyaknya tetapi dimuntahkan kembali dengan sengaja menggunakan obat pencahar.
  4. Memakan makanan kaleng yang dapat terkontaminasi bakteri Clostridium botulium .
  5. Kurang minum
  6. Kurang makanan berserat
  7. Tidak membiasakan diri buang air besar setiap hari
  8. Faktor usia
  9. Kurangnya aktivitas fisik
  10. stres
Pencegahan yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kelainan pada system pencernaan :
1.       Cuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar
2.       makan makanan yang sudah dimasak
3.       Pada bayi, diberi ASI
4.       Makan dengan jadwal teratur. Pilih makanan yang banyak mengandung serat, misalnya buah-buahan segar dan sayuran
5.       Banyak minum air putih. Untuk laki-laki rata-rata 2,9 liter per hari (12 gelas). Sedangkan untuk wanita 2,2 liter per hari (9 gelas)
6.       Olahraga
7.       Tidak menggunakan obat pelancar buang air besar secara berlebihan
8.       biasakan buang air besar setiap hari, lakukan di WC, bukan di sembarang tempat

untuk selanjutnya, saya akan kembali dengan postingan-postingan yang lebih berbobot. Hahaha :-)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.